Persiapan PRA-NIKAH
Ayat
- Tersedia terjemahan dalam 20 bahasa
- MP3 murottal Al-Quran
- Dibuat untuk menghafalkan Al-Quran
- Bisa mengulang ayat atau hafalan yang ingin dihafalkan
- Mode menghafal Al-Quran dengan menggunakan highlight ayat
- Mode tilawah untuk membaca Al-Quran
- Tersedia pencarian ayat atau terjemahan
Perbedaan orang muslim dan kafir dalam mengimani Allah
Setiap muslim diperintah untuk mencintai Allah melebihi cinta kita kepada selain-Nya. Perahu cintana harus berlabuh di pelabuhan yang benar dan tepat tujuan. Sebab manakala pelabuhan yang disinggahi bukan pelabuhan yang semestinya, maka perjalanan perahu itu akan merugi dan merugikan. Segala upaya sudah dikerahkan untuk membuat perahu terus berlayar, namun pada akhirnya berlabuh di tempat yang salah.
Allah harus dicintai lebih dari cinta kita kepada ayah dan ibu, kakak, saudara dan semua hal yang kita cintai. Allah harus nomor satu, tak boleh terbagi Allahlah tempat cinta kita berlabuh. Namun kalau kita hanya mengandalkan mencintai Allah saja tanpa mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya, maka kita tidak akan terhindar dari siksa-Nya dan tidak akan memperoleh pahala-Nya. Sebab cinta tanpa konsekuensi ketaatan brarti cintanya orang musyrik, karena ternyata cinta memacam itu juga dimiliki oleh para pemyembah salib dan sejenisnya. Mereka juga mencintai Allah, namun mereka tidak mentaati Allah bahkan malah mengingkari-Nya.
و من الناس من يتخد من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والدين ءامنو أشدحبالله ولويرى الدين ظلموا إذيرون العذاب أن
القوة لله جميعاوان الله شديد العذاب
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jia seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya(niscaya mereka menyesal). (al Baqaroh: 165)
Kenapa Tidak Boleh Pacaran ??
قال أبوهريرة عن
النبي صلى الله عليه وسلم إن الله كتب ابن اذم خطه من الز نا أدرك ذالك لا محالة وزنا السان المنطق والنفس
تمنى وتشتهي والفرخ يصدقوذالك أويكذبوه
Diriwayatkan
dari abu hurairah katanya: Nabi saw bersabda: Allah telah mencatat bahwa anak
Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keingininan tersebut tidak dapat
dielakkan lagi, dimana dia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandangan,
zina mulut dalam bentuk pertuturan, zina perasaan yaitu bercita-cita dan
berkeinginan mendapatkannya manakala kemaluanlah yang menentukannya berlaku
atau tidak (HR. Bukhari dalam kitab Meminta Izin Hadist nomor 5774)
Dan
Rasulullah saw juga bersabda :
ومن كان يؤمن باالله
واليوم لأخرفلايخلون بامرأة ليس ذو محرم منهافإن ثالثهماالشيطان
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali
dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena
yang ketiganya adalah syaitan. (Riwayat Ahmad)
Agar dapat mencintai Allah
Untuk mencintai Allah, kita diwajibkan mengikuti Rasulullah. Mengikuti petunjuk beliau sampaikan, meneladani tingkah laku dan perbuatan yang beliau contohkan dan membenarkan apa yang beliau sabdakan.
Bukankan Allah telah berfirman
:
قُلْ إِنْكُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهِ فَاْتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ
اللهُ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌرَحِيمٌ Katakanlah(hai
Muhammad): Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(Ali Imran: 31)
Selain itu
seorang manusia yang mencinta Allah, juga harus memiliki akhlak yang mengagungkan.
Dia akan senantiasa mencintai dan berkasih-sayang terhadap kaum muslimin.
Perangai yang halus, tutur katanya lembut, sopan dan santun terhadap mukminin.
Ia sangat menjunjung tinggi kehormatan saudara se-ian. Namun disisi lain, ia
keras dan tegas terhadapat orang kafir. Dan aqidah yang bersifat baku dan
mutlak. Orang yang mencintai Allah jjuga berjihad di jalan Allah, dan mereka
tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Sebagiamana
firman-Nya:
يآأَيُّهَاالذِّيْنَ ءَامَنُوْا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهِ،
فَسَوْفَ يَأْتِى اللهُ بِقَوْمِنْ يُحِبُّوْنَهُمْ وَ يُحِبُّوْنَهُ، أذِلَّةٍ عَلَى
المُؤمِنُونَ أعِزَّةٍ عَلَى الكَافِرِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِيْ اللهِ وَلَا
يَخَافُوْنَ لَوْمَتَ لآئِمْ ذَالِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤتِيْهِ مَنْ يَشَاءُوَاللهُ
وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Hai orang-orang
yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak
Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun
mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mu’min, yang bersikap
keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah,dan tidak takut
kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan
siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas (pembeian-Nya) lagi Maha
Mengetahui. (Al Maidah: 54)
Adakah Bid'ah hasanah ???
و قال الأ مام مالك رحمه الله من اْبتدع فى الأسلام بدعة يراها حسنة
فقد زعم أن محمدا جان الرسالة لأن الله يقول سورة المائدة الآية الثالث [اليوم
أكملة لكم دينكم] فما لم يكن يومئد دىنا لا يكواليوم دىنا
berkata imam malik: Barang siapa yang membuat bid'ah dalam islam yang dianggap baik, berarti mengira bahwa Muhammad telah berkhianat kepada risalah. Sebab Allah telah berifrman: [Pada hari ini, Aku sempurnakan agamamu]. Ajaran yang tidak dimasukkan ke dalam agama pada saat itu, maka sekarang pun tidak termasuk agama.
Jadi pada dasarnya ketika seorang ustadz ulama atau pun yang lainnya yang mengadakan suatu perbuatan agama yang dimaksudkan untuk menambahkan peribadahannya kepada Allah dengan tidak mengikuti ajaran Rasul-Nya maka insyaallah ajaran itu termasuk tertolak.













.jpg)