Untuk mencintai Allah, kita diwajibkan mengikuti Rasulullah. Mengikuti petunjuk beliau sampaikan, meneladani tingkah laku dan perbuatan yang beliau contohkan dan membenarkan apa yang beliau sabdakan.
Bukankan Allah telah berfirman
:
قُلْ إِنْكُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهِ فَاْتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ
اللهُ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌرَحِيمٌ Katakanlah(hai
Muhammad): Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(Ali Imran: 31)
Selain itu
seorang manusia yang mencinta Allah, juga harus memiliki akhlak yang mengagungkan.
Dia akan senantiasa mencintai dan berkasih-sayang terhadap kaum muslimin.
Perangai yang halus, tutur katanya lembut, sopan dan santun terhadap mukminin.
Ia sangat menjunjung tinggi kehormatan saudara se-ian. Namun disisi lain, ia
keras dan tegas terhadapat orang kafir. Dan aqidah yang bersifat baku dan
mutlak. Orang yang mencintai Allah jjuga berjihad di jalan Allah, dan mereka
tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Sebagiamana
firman-Nya:
يآأَيُّهَاالذِّيْنَ ءَامَنُوْا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهِ،
فَسَوْفَ يَأْتِى اللهُ بِقَوْمِنْ يُحِبُّوْنَهُمْ وَ يُحِبُّوْنَهُ، أذِلَّةٍ عَلَى
المُؤمِنُونَ أعِزَّةٍ عَلَى الكَافِرِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِيْ اللهِ وَلَا
يَخَافُوْنَ لَوْمَتَ لآئِمْ ذَالِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤتِيْهِ مَنْ يَشَاءُوَاللهُ
وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Hai orang-orang
yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak
Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun
mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mu’min, yang bersikap
keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah,dan tidak takut
kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan
siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas (pembeian-Nya) lagi Maha
Mengetahui. (Al Maidah: 54)






.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar