Setiap muslim diperintah untuk mencintai Allah melebihi cinta kita kepada selain-Nya. Perahu cintana harus berlabuh di pelabuhan yang benar dan tepat tujuan. Sebab manakala pelabuhan yang disinggahi bukan pelabuhan yang semestinya, maka perjalanan perahu itu akan merugi dan merugikan. Segala upaya sudah dikerahkan untuk membuat perahu terus berlayar, namun pada akhirnya berlabuh di tempat yang salah.
Allah harus dicintai lebih dari cinta kita kepada ayah dan ibu, kakak, saudara dan semua hal yang kita cintai. Allah harus nomor satu, tak boleh terbagi Allahlah tempat cinta kita berlabuh. Namun kalau kita hanya mengandalkan mencintai Allah saja tanpa mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya, maka kita tidak akan terhindar dari siksa-Nya dan tidak akan memperoleh pahala-Nya. Sebab cinta tanpa konsekuensi ketaatan brarti cintanya orang musyrik, karena ternyata cinta memacam itu juga dimiliki oleh para pemyembah salib dan sejenisnya. Mereka juga mencintai Allah, namun mereka tidak mentaati Allah bahkan malah mengingkari-Nya.
و من الناس من يتخد من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والدين ءامنو أشدحبالله ولويرى الدين ظلموا إذيرون العذاب أن
القوة لله جميعاوان الله شديد العذاب
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jia seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya(niscaya mereka menyesal). (al Baqaroh: 165)







0 komentar:
Posting Komentar